Minggu, 19 Oktober 2014

Kopdar Ceria, Bandrek Paksen

Noah sangat lihai mengubah suasana, keceria yang seru lakasana pentas panggung goyang morena Syahrini Ulala telah membuat puluhan mata mereka "(orang disekitar tempat duduk kami)" terpana menatap ke arah kami dan sesekali aku juga menatap mereka, pandnganku berbeda ketika aku sekilas melihat seorang pemuda-auranya seakan menterjemahkan kepadaku sesuatu yang ingin ia "muntahahkan" dari mulutnya kepada kami; "hei.. orang gila manakah kalian,?" sok heboh!!

Perjalanan ini masih seperti kemarin, suara bising minyak goreng Pak Sen masih terdengar jelas. Sore itu entahapa yang membuat kami hingga bisa kopi darat (kopdar). Sosok Sizuka kerap menanyakan ke aku lewat Pesan Messenger "cek, kapan kita kopdar.?"
"Iya, atur saja; cek kapan saja bisa." Tegasku!!
Sizuka yang berparas matic asal negri kincir angin (landasan bandara) lantas memberiku wewenang untuk mengatur jadwalnya,

"Terserah kalian cek; asal jangan malam" ungkapnya dengan nada rendah"....."

Namun dibalik harapan untuk duduk bersama selalu saja terhalang waktu dan kesibukan diantara kami, apalagi dua temanku warga Turky (Tungkop wet wi) Noah ibrasaf dan Namon Soeny (tata) mereka punya kesibukan bebeda dibanding aku yang hanya kuli dan Sizuka peri cantik model medali.

Aku rasa tak perlu kujelaskan panjang lebar; intinya Noah aktor berkelas (bukan Ariel No..Ah ya) ia yang multitalenta bahkan historynya yang sudah go mancanegara membuat nama dia dikenal banyak kalangan setelah ia berhasil menduduki top star beauty di Jeanne Arthes 369 Aceh. Tapi sayang sebagian hanya fiktif belaka!!

Namon soeny; ya, tata. Gadis keturunan Libanon ini masih menduduki bangku kuliah dibidang bahasa Inggris, sosok yang baik, ramah, sopan, dan apa adanya membuat ku terkagum akan gadis berkulit putih ini. Ehmm... Sudahlah!!

Haripun semakin gelap, sore itu cuaca mendung dikotaku; aku berpikir "wah, cuaca begini enaknya apa ya;? ngebandrek enak juga ni". Pikirku.!!
Tanpa menghalangi niatku; Noah jadi sasaran bandar untuk biaya kopdar. Dikarenakan, "Hari itu dia baru saja menikmati honor job Make up wisudawati; kapan lagi.!!" Ha..ha..ha

kami selalu berprinsip; "Dalam persahabatan nilai mata uang itu tidaklah penting, yang penting nilai kesetiaan,"

Kali ini Bechal dan Adil tidak bisa ikut, harusnya mereka harus hadir juga sembari melepas letihnya aktivitas sehari-hari.
Ketidakhadiran mereka juga tak menghentikan niat kami, yang penting sudah konfirmasi. Lain halnya dengan Bechal yang tak mungkin di ajak, ia begitu jauh dinegri sebelah sedang menjalani kewajibannya;
"yaa... tugas negara lebih berat, semoga kita bisa berkumpul lagi." Pungkasku penuh harap!!

Masa perjanjian dan kesepakatan pun tiba, aku mulai melayangkan pesan berupa ajakan.
"Hari ini kita kopdar ya, dimana kira-kira tempatnya?"
Balasan demi balasan mulai ku respon cepat;
***
Sizuka: "kopdar dimana cek, kalian biasa nongkrong dimana?"
Maunya dimana? aku biasa di bang Lem "sahutku sambil ha..ha..ha"
Sizuka: "terserah lah, gak tau aku bg lem, pak sen aku tau; yang penting aku ikut saja dan tunggu aku pulang kerja ya?"
Iya;

Noah: "Uhuii.. kita kopdar dimana cek?"
Pak sen.!!
Noah: "Ness.. baiklah jam 17:00 ya, yang telat denda"
"Parah...." kataku dalam hati
Oke, baiklah

Tata: "kapan cek dan dimana, kebetulan ata tak ada jadwal ngampus lagi"
Di Pak sen ya, jam 17:00 jika telat kena denda; *kata Noah.
Tata: "ha..ha.. oke cek, Insyallah beh"

Rintik hujan mulai turun, rasa dinginpun tiba. Jam mulai menunjukkan 16:45 aku bergegas menuju kesana, ditengah perjalanan sambil menikmati angin sore bersama motor maticku sesekali ku memastikan mereka, apakah bersedia hadir.
"PING!!" Noah mengabaikan pesan ini.
"Dimana sekarang.??" Dia juga tidak reply
Ehmm.. entahlah mungkin dia lagi dijalan, aku coba tanya Sizuka;
"Udah pulang belum.?"
Sizuka: "belum cek, nanggung neh dikit lagi"
Oalah.."..." ini anak lagi kerja atau lagi BAB
"Baiklah, pulang langsung kesana ya?"

Aku hampir sampai kelokasi, tubuh kecilku mulai dibasahi hujan; namun bukanlah alasan bagiku membatalkan acara ini. Dan tiba-tiba ponselku berbunyi; kali ini pesan instan datang dari Noah dan Tata,

Noah: "cek noah udah di Paksen ni sama Aska (sobatnya)."
Oke, aku kesana;
Tata: "cek, tata berangkat bareng noah ya..!!"
"Lah... orang Noah udah disini, cepat ya pergi sendiri ja"

*
Tak lama kemudian kami pun ngumpul semua, walau keadaan kedinginan segelas bandrek panas jadi penghangat kala itu. seiring menikmati santapan (bada, tahu teucroh, dan tempe) aku menatap ke arah tata, wajahnya mulai memucat karena kedinginan,
"Tata, kau tak apa-apa?" tanyaku padanya.
"Tidak, aku baik-baik saja. Lagian aku udah biasa begini" jawab gadis turunan Libanon ini.!!

"Oh, tadi waktu pertama sampai wajah dan kulitmu kelihatan segar, belum lagi lipstik stowberry yang masih merah merona" tanyaku lagi;

Tata mulai mencoba memberiku penjelasan kenapa wajahnya berubah pucat.
"Begini, kan saya dari Turky cek, disana udara begitu panas; jadi jika cuaca dingin saya berubah pucat" jelasnya sambil senyum;
Aku mulai mengerti dan hanya bisa bilang "Oh.. gitu ya".

Akupun mulai menikmati lagi minumanku, sesekali ku melihat ocehan Noah dan Sizuka, "hmm..mereka sangat lucu."
...dan season pemotretan pun tiba, kali ini aku dipercayakan sebagai Photografernya. Jepretan demi jepretan ternyata tak ada hasil yang baik, entah salah cameraku atau densitas cahaya ditempat itu yang tidak berkelas.

Dari layar muka tangkapan camera aku melihat, senyum Aska, Noah, dan Sizuka begitu ceria; lain halnya dengan Tata.
Sejenak ku terhening dan terpikir,
"kenapa ya,? Ah.. biasa; namanya juga orang pucat kedinginan" anggapanku terhadap Tata.
"Wah.. kenapa aku begitu memperhatikannya ya..." tanyaku dalam hati, hmm.... entahlah.

Aku kembali ke tempat duduk dan menikmati kembali bandrek susu. Hujan semakin deras, suara rintikan hujanpun mengingatkanku pada sosok Tata yang pertama sekali tiba begitu takut dan malu; beda jauh dengan Sizuka yang pemberani dan semakin didepan.
..."ping..ping..ping..;"
Ternyata Messenger itu dari Tata:

Tata: "Cek, Tata di parkir belakang, orang cek dimananya.?"
"Kami di atas naik saja"
Tata: "Gak berani, jemput lah cek!!" balasannya penuh harap
"Baiklah..."

Saat itu mungkin Tata takut dan malu terhadap kerumunan orang ramai, kesendirian ia mengharapkan aku menjemputnya. terlepas dari apa yang dilihat dan dipikirkan orang, aku tetap harus menjemputnya.
Aku pun turun laksana raja menjemput permaisuri, entah karena rasa setia kawan, kepedulian, atau sekedar memberi kenyamanan untuknya; aku menemuinya kami pun berjalan ditengah hujan tanpa payung dengan seirama langkah kaki. so sweet.

Menu hampir tak tersisa dimeja, wajah Tata terus memucat; tatapannya seakan menjelaskan betapa ia butuh kehangatan,
Keprihatinan ku hanya sebatas sayang melihatnya; andai waktu itu ada selimut, mungkin sudah ku baluti tubuhnya yang dingin.
Namun, aku tak bisa berbuat apa-apa selain terus menatapnya penuh rasa sayang. Tata, mulai terdiam dan sesekali ia senyum terpakasa.

Lain halnya lagi Noah, dan Sizuka yang sedang menggemparkan banyak pengunjung, meja yang kami tempati seperti panggung konser Lady Gaga. pandangan dan perhatian pengunjung lain ke arah kami tak membuat kami malu, justru sang top star kami Noah makin menggebrak kebolehannya alhasil karena tanpa bayaran mahal, kurangnya dana sponsor membuat meja kami pun bukan lagi panggung morena, bukan lagi party lady gaga, tapi hanya sekedar menjadi "Meja Ceria, Paksen".
Terima kasih kebersamaannya, semoga kita bisa berjumpa lagi di meja ceria lainnya.

*
Geng-xie

posted from Bloggeroid

Tidak ada komentar:

Posting Komentar